Menu Tutup

Digital Parenting di MI Roudlotul Tholibin Purworejo, Sanankulon

Senin (6/1/2020), Relawan TIK Komisariat Srengat baru saja melaksanakan kegiatan Digital Parenting di MI Roudlotul Tholibin Purworejo, Sanankulon, Blitar.

Pukul 9.12 WIB kegiatan di buka oleh Subana selaku ketua Relawan TIK Komisariat Srengat. Ia memaparkan sedikit tentang sejarah pendirian dan beberap kegiatan yang telah dilakukan oleh Relawan TIK Kabupaten Blitar.

Kemudian ia menjelaskan materi tentang pola pengasuhan anak. Ada tujuh poin antara lain:

  1. Jaga komunikasi dengan anak. Tatap anak anda ketika ia bertanya. Jangan fokus pada gawai.
  2. Bekali diri, terus belajar. Orang tua harus tahu dengan apa yang dimainkan anaknya pada gawai (handphone) supaya mudah dalam mengontrol si anak.
  3. Gunakan aplikasi parental control. Aplikasi ini bermanfaat untuk orang tua dalam mengontrol kegiatan anak di gawai dengan jarak jauh. Orang tua dapat menyinkronkan gawainya dengan gawai anak. Ia juga dapat menyetting waktu anak bermain dan berhenti menggunakan gawai.
  4. Buat aturan main bersama. Aturan ini semacam perjanjian. Misal, perjanjian dalam penggunaan gawai. Orang tua dan anak harus menaatinya. Jika ada yang melanggar maka akan berdampak pad menurunnya kepercayaan satu sama lain.
  5. Ikuti anak di media sosial. Awasi kegiatan di media sosial. Jangan biarkan anak menggunakan media sosial dalam hal negatif.
  6. Gunakan internet bersama anak.
  7. Jadilah teladan digital yang baik. Orang tua adalah figur bagi anak. Anak akan meniru apa yang dilakukan orang tuanya. Jadi, lakukan tindakan yang positif supaya anak juga bertindak ke arah positif.

Wali murid sangat antusias dengan materi tersebut. Tak sedikit dari mereka yang merespon materi. Tampak dari pandangan yang begitu serius ketika mendengarkan. Kemudian tertawa ketika hal yang dikatakan pemateri adalah hal nyata yang mereka alami. Hal yang dimaksud yakni orang tua zaman sekarang pasti hampir tidak ada yang tidak mengenal gawai.

Di sela-sela pemaparan materi. Pemateri menayangkan sebuah film pendek. Film ini menjelaskan orang tua yang tak peduli dengan anaknya karena gawai. Anak mengutarakan bahwa ia ingin menjadi gawai karena bisa selalu dekat dengan orang tuanya. Wali murid begitu asyik melihat film tersebut. Dari beberapa wali murid yang tampak mengantuk jadi terbangun. Saling menanggapi lirih film pendek tersebut.

Setelah materi tersampaikan, dilanjut dengan tanya jawab. Salah satu dari Ibu Guru menanyakan sikap ketika ia mengharuskan muridnya menggunakan gawai ketika ujian, tetapi ia juga menggembar nggemborkan kepada muridnya untuk tidam membawa gawai ke sekolah. Dilema ini begitu jelas, pasti tidak hanya ia yang mengalami hal ini. Cukup singkat jawaban dari pemateri yakni yang dilarang bukan membawa gawainya tetapi penggunaannya. Karena dalam penggunaan gawai harus ada kontrolnya.

Kegiatan Digital Parenting selesai tepat jam 10.20 WIB. Kemudian diakhiri dengan do’a oleh Bapak Guru. Hal paling akhir yang tidak dilupakan yakni foto bersama.

Bagikan :

1 Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Program ini dibangun oleh Relawan TIK untuk Badan Promosi Pariwisata Daerah Kabupaten Blitar, didukung oleh  Dinas Pariwisata Budaya Pemuda dan Olahraga Kabupaten Blitar.

Implementasi olaskembar.id bekerja sama dengan seluruh Komisariat Kecamatan RTIK Kabupaten Blitar.