Menu Tutup

PR Baru bagi gerakan Literasi Digital …?

(1) Saat Ojol dan taksi aplikasi online tidak memiliki mobil dan motor satupun, tetapi mampu mengerahkan masyarakat untuk memakai motor dan mobilnya (bahkan beli baru) untuk membesarkan bisnis mereka dengan omset milyaran.

(2) Saat Aplikasi booking hotel dan penginapan online tidak berinvestasi dan tidak memiliki bangunan hotel bahkan kamar satu ruanganpun, tetapi sanggup mengerahkan para pemilik hotel dan kamar untuk membesarkan bisnis mereka.

(3) Saat para raksasa e-commerce tidak memiliki toko dan barang secuilpun, tetapi mampu meyakinkan masyarakat produksi (pemilik barang) untuk ikut membesarkan omset mereka sebagai “makelar” bernilai milyaran rupiah.

(4) Saat aplikasi media sosial mainstream tidak pernah membuat konten satu meme dan blog sekalipun, tetapi sanggup membuat masyarakat pemakainya ketagihan untuk membuat konten foto, video dan tulisan yang diupload.

(5) Saat pemilik pembayaran digital (uang elektronik) mampu mengumpulkan dana Topup yang disetori masyarakat dengan sukarela mengendap sebelum dipakai untuk belanja.

(6) Saat semua pemilik aplikasi besar tersebut mampu mengumpulkan data valid pribadi dari masyarakat penggunanya, siapa yang bisa menjamin data tersebut tidak disalah-gunakan …?

Ekosistem digital dunia dan kultur masyarakatnya telah berubah dengan cepat dan membuka peluang kemudahan dan keuntungan sebesar-besarnya …

Akan tetapi pernahkah kita berhenti sejenak untuk berfikir,

  • Adakah kontribusi margin yang telah mereka dapat juga bisa ikut dinikmati kembali oleh masyarakat dan pemerintah daerah …?
  • Mampukah pemerintah daerah mendapatkan data dari aktifitas masyarakatnya yang telah memberikan keuntungan besar bagi aplikasi-aplikasi besar yang dimiliki mereka …?
  • Adakah kontribusi dari transaksi aplikasi pembayaran digital yang telah dilakukan oleh masyarakat berdampak pada kenaikan PAD Daerah … ?

Jika sudah demikian apa upaya kita selanjutnya untuk ikut berperan mengevaluasi dan menyumbangkan pemikiran dalam gerakan literasi digital menyikapi perubahan yang sangat revolusioner ini …?

Walllahu a’lam bi muradih

Bagikan :